Metode DCA vs Lump Sum mana yang lebih baik?
Dollar Cost Averaging (DCA) adalah method yang cukup populer di Indonesia. Ini adalah metode dimana investor nabung rutin/memasukkan uang investasinya secara berkala tiap beberapa periode (e.g., per bulan). Sedangkan Lump Sum adalah metode dimana kita langsung memasukan semua uang yang sudah kita alokasikan untuk investasi sekaligus.

Oke karena kita semua sudah mengerti definisi keduanya dengan jelas. Jawabannya adalah Lump Sum. Anggaplah kita tinggal di suatu dunia dimana anda menang lottery sebesar 1 milyar dollar. Manakah yang akan menjadi lebih baik?
- Invest semua cash sekarang
- Invest 1% cash anda dalam 100 tahun kedepan
Kalau kita percaya bahwa aset yang kita investasikan akan mengalami kenaikan harga, jelas bahwa membeli sekarang akan menjadi lebih baik daripada menunggu 100 tahun lagi untuk jadi fully invested. Kalau anda tidak mau menunggu 100 tahun, kenapa anda harus mau juga untuk menunggu 100 bulan atau 100 minggu juga? Semakin lama kita menginvestasikan cash kita semakin jelek return kita pada akhirnya.
Hal ini juga di support dengan data, dibawah ini adalah data dimana DCA outperform Lump Sum di pembelian indeks Amerika S&P 500. Dari tahun 1997, DCA underperform 80.6% dari semua data point (bulan). Di bulan dimana, DCA outperform Lump Sum itu adalah di masa krisis (sekitar tahun 2000 an setelah US internet crash & 2007 global financial crisis).

Bukti yang semakin jelas adalah di aset class Bitcoin. Bisa dilihat dibawah, dimana DCA hampir tidak pernah outperform Lump Sum karena meteoric price risenya dalam 10 tahun terakhir. Kasus dimana DCA akan lebih bagus adalah dimana Bitcoin harganya mengalami penurunan yang luar biasa mungkin mendekati nol, dan dimana anda masih mempunyai cash untuk membeli lagi di bawah atau memilih untuk menginvestasikannya di hal lain. Tapi tentunya anda harus percaya bahwa Bitcoin tidak akan turun dan terus tetap naik ke depannya untuk berinvestasi di aset itu in the first place.

Jadi mungkin bisa saya recap disini, dimana DCA akan menjadi pilihan yang lebih bijak vs Lump Sum:
- Masa krisis finansial yang cukup berat (seperti US Tech Crash 1997 & 2007 Global Financial Crisis)
- Jika anda memang tidak mempunyai cash, atau berinvestasi dari seberapa presentasi dari gaji atau pendapatan anda setiap suatu periode.
- Anda kurang paham tentang aset yang anda beli (e.g., bingung memilih saham, kurang conviction atau keyakinan atas aset yang dibeli karena kurang ilmu/pengalaman)
Di kasus lain, Lump Sum always win. Mungkin saya akan tutup artikel ini dengan quote dari saya:
“Just like everything in life, it is better to start earlier than later. To be fully invested is no different.”
Best,
Alvin